My Photo
Powered by Friendster Blogs

Categories

Recent Comments

June 09, 2008

PerSAHABATan

Seorang sahabat sama seperti satu
permata yang tak ternilai harganya.
Seorang kawan bisa membuat kita ceria,
membuat kita terhibur.
Mereka meminjamkan telinganya kepada
kita pada saat kita
membutuhkannya.
Mereka bersedia membuka hati maupun
perasaannya untuk
berbagi suka dan duka dengan kita pada
saat kita membutuhkannya.

Maka dari itu janganlah buang waktu yang
Anda miliki, janganlah sia-
siakan waktu yg sedemikian berharganya.
Bagikanlah sebagian dari waktu yang Anda
miliki untuk seorang kawan.
Pasti waktu yang Anda berikan tersebut
akan berbalik kembali seperti
juga satu lingkaran walaupun terkadang
kita tidak tahu dari mana dan
dari siapa datangnya.

                            

May 28, 2008

Hanya Perempuan Biasa

Aku terlahir dari seorang wanita

Dengannya bersama cinta

Tumbuh dan ingin sempurna

Tapi aku hanya perempuan biasa

Yang bisa menangis kala merasa sakit

Yang bisa tergelincir dalam dosa

Yang bisa marah kala terluka

Yang bisa berubah kata-kata

manisnya menjadi petaka

Yang bisa berubah

layaknya cermin dua rupa


Aku juga bukan bidadari surga

Yang hidup tanpa celah dan noda

Aku juga bukan Khadijah

Yang memiliki kesabaran luar biasa

Aku juga bukan Fatimah

Yang bergelar pemimpinnya

para wanita

Aku juga bukan Aisyah

Yang memiliki keluasan ilmu

laksana samudra

Tak pantas aku dibandingkan mereka


Tapi.... aku hanya perempuan biasa

Yang berusaha menjadi shalihah

Bagi manusia aku memang biasa

Tapi bagi khalikku,

aku ingin menjadi luar biasa

Karena aku berharap cinta padaNya.

April 27, 2008

Indahnya Persahabatan

<div style="text-align:center;">
               <embed src="http://img.kapanlagi.com/c/s/07785.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" width="500" height="357" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1  _Prod_Version=ShockwaveFlash" wmode="transparent"></embed><br />
               <a href="http://kartu.kapanlagi.com/">Lihat Kartu Ucapan Lainnya</a>
               (<span style="font-weight:bold;">KapanLagi.com</span>)
               </div>

INdahnya Persahabatan mungkinkah akan sirna dipersimpangan jalan

April 23, 2008

Iklas dan sabar

Seorang salafus sholihin pernah menasihati anak-anaknya, “Apabila seseorang dari kalian hendak melakukan amar ma’ruf nahi munkar, hendaklah ia memantapkan diri untuk bersabar dan meyakini datangnya pahala (dan perlindungan) dari Allah. Sebab, barang siapa yakin akan pahala (dan perlindungan) dari Allah SWT, maka ia tidak akan pernah khawatir akan timbulnya gangguan atas dirinya”. (dikisahkan dalam buku Ihya Ulumuddin, Imam Ghozali)

Allah memuji orang yang sabar dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Firman Allah SWT :

“Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”. (QS Al Baqarah, 177)

Allah menjanjikan kemenangan bagi orang yang bersabar, Firman-Nya :

“Jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. (QS, Ali Imran, 125)

Luruskan niat dan bersabarlah dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, bersabarlah dengan segala cobaan dan sikap musuh kita, karena Allah telah memberikan janji-Nya bahwa Ia akan menguatkan kedudukan kita kalau kita ikhlas menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Ini telah dijanjikan Allah dalam firman Allah SWT :

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS, Surat Muhammad ayat 7)

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa” (QS, Al Hajj, 40

April 10, 2008

MUliakan Aku dengan maafmu

Ini sebuah kisah anonymous tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.

Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."

Cerita di atas, bagaimanapun tentu saja lebih mudah dibaca dibanding diterapkan. Begitu mudahnya kita memutuskan sebuah pertemanan 'hanya' karena sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut kita keterlaluan hingga menyakiti hati kita. Sebuah sakit hati lebih perkasa untuk merusak dibanding begitu banyak kebaikan untuk menjaga. Mungkin ini memang bagian dari sifat buruk diri kita.

Karena itu, seseorang pernah memberitahu saya apa yang harus saya lakukan ketika saya sakit hati. Beliau mengatakan ketika sakit hati yang paling penting adalah melihat apakah memang orang yang menyakiti hati kita itu tidak kita sakiti terlebih dahulu.

Bukankah sudah menjadi kewajaran sifat orang untuk membalas dendam? Maka sungguh sangat bisa jadi kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia menginginkan sakit yang sama seperti yang dia rasakan.

Bisa jadi juga sakit hati kita karena kesalahan kita sendiri yang salah dalam menafsirkan perkataan atau perbuatan teman kita. Bisa jadi kita tersinggung oleh perkataan sahabat kita yang dimaksudkannya sebagai gurauan.

Namun demikian, Saudara-saudaraku, salah seorang guru saya selalu mengajari muridnya untuk memaafkan kesalahan-kesalahan saudaranya yang lain. Tapi ini akan sungguh sangat berat. Karena itu beliau mengajari kami untuk 'menyerahkan' sakit itu kepada Allah -yang begitu jelas dan pasti mengetahui bagaimana sakit hati kita- dengan membaca doa, "Ya Allah, balaslah kebaikan siapapun yang telah diberikannya kepada kami dengan balasan yang jauh dari yang mereka bayangkan. Ya Allah, ampuni kesalahan-kesalahan saudara-saudara kami yang pernah menyakiti hati kami."

Bukankah Rasulullah pernah berkata, "Tiga hal di antara akhlak ahli surga adalah memaafkan orang yang telah menganiayamu, memberi kepada orang yang mengharamkanmu, dan berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepadamu".

Karena itu, Saudara-saudaraku, mungkin aku pernah menyakiti hatimu dan kau tidak membalas, dan mungkin juga kau menyakiti hatiku karena aku pernah menyakitimu. Namun dengan ijin-Nya aku berusaha memaafkanmu. Tapi yang aku takutkan kalian tidak mau memaafkan.

Sungguh, Saudara-saudaraku, dosa-dosaku kepada Tuhanku telah menghimpit kedua sisi tulang rusukku hingga menyesakkan dada. Saudara-saudaraku, jika kalian tidak sanggup mendoakan aku agar aku 'ada' di hadapan-Nya, maka ikhlaskan segala kesalahan-kesalahanku. Tolong jangan kau tambahkan kehinaan pada diriku dengan mengadukan kepada Tuhan bahwa aku telah menyakiti hatimu. Tolong, sekali pun jangan. Tolong, maafkan. (Hadi Susanto/susanto@math.utwente.nl)

Dipersimpangan....

Dipersimpangan aku berdiri
tak tahu apa yang akan aku lakukan..
bingung aku hendak kemana
ku berlari namun tak bertepi
ku diam namun tak berhenti
oh...
Tuhan berilah hamba-Mu petunjuk

“Orang besar adalah mereka yang hidupnya untuk (kepentingan) orang banyak, dan ketika mati, ia akan senantiasa dikenang juga sebagai orang besar. Orang kerdil adalah yang hidupnya untuk dirinya sendiri, maka ketika mati ia pun tetap sebagai orang kerdil”. Nasihat yang begitu bermakna yang terlontar dari mulut seorang pejuang muslim pendiri Gerakan Ikhwanul Muslimin, Imam Hasan Al Banna. Setidaknya sang Imam pun membuktikan kata-katanya, puluhan tahun setelah kepergiannya pada tahun 1948 dalam usianya yang masih relatif muda, 42 tahun, oleh terjangan sebutir peluru, hingga kini ia masih tetap dikenang sebagai orang besar yang tidak bisa lepas dari wacana pergerakan dan perjuangan Islam di Mesir dan di seluruh penjuru dunia Islam.

Masih banyak nama-nama besar yang terukir bersamaan dengan gejolak perjuangan ini, DR. Abdullah Azzam, ahli bom pejuang Mujahidin Afghanistan pada masa perang melawan Uni Soviet. Syamil Basayev sang tokoh pejuang Chechnya, Ayatullah Khomeini, pemimpin Revolusi Iran dan masih banyak nama-nama lainnya.

Mereka, menjadi orang besar dan senantiasa dikenang sepanjang hayat manusia di bumi Islam karena mereka telah mendedikasikan seluruh hidup mereka untuk ummat, untuk Islam dan untuk Allah. Allah menjadikan mereka sebagai penyemangat perjuangan, pembunuh demotivasi, pembangkit ghirah, dan juga sebagai inspirasi bagi deretan panjang calon-calon mujahid di seluruh pelosok bumi. Meski tidak harus memanggul senjata, namun mereka telah memberi makna bagaimana hidup penuh arti, sehingga kematianpun akan sangat berkesan bagi siapapun yang ditinggalkan. Insya Allah, dengan segala kekuatan dan izin Allah, masih terdapat antrian panjang calon-calon pengukir sejarah perjuangan kaum muslim. Adakah diri ini dalam antrian panjang tersebut? Wallahu’alam bishshowaab (Abi Iqna).

June 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30